Tanpa terasa akhir
tahun pelajaran tiba. Kata bu guru, Euli harus sekolah setiap hari karena
ulangan. Biasanya sih Euli lebih banyak di rumah. “Eulinya capek”, katanya.
Padahal untuk sekolah ia nemplok dengan nyaman di gendongan Emak.
Setelah berbaris,
nyanyi-nyanyi dengan anak-anak yang kadang
asyik sendiri. Ada yang main tanah, langsung ke warung atau asyik dengan
sesamanya.
Tinggal
baris bikin ular sampai kelas. Masing-masing duduk di bangkunya. Tak lama ibu
guru membagikan kertas yang berisi gambar, oh ternyata harus diwarnai. Gambar
gadis cantik dengan bunga disampingnya.
Pensil warna juga
dibagikan. Di pojokan, anak yang belum kebagian pensil warna, berteriak-teriak.
Ada juga yang berlarian mengejar bu guru.
Euli asyik sendiri
dengan pensil warna dan kertas di hadapannya. Dan tak lama, seluruh wajah dan
badan gadis dalam kertas berubah jadi oranye................. tak ada warna
lain.
Ia membalikkan
punggungnya, menatap saya yang berdiri di balik kaca. Senyumnya mengembang,
dengan hasil karya di tangan. “bagus kan?” tanyanya.






0 komentar